Monday, 18 February 2013

0 comments

Laras Ati Resto Cibubur :: Kuliner Plus

Wednesday, 26 October 2011

0 comments


NAHNU KHUDDAMUL QUR'AN

(KAMI PELAYAN-PELAYAN AL QUR'AN)

Sebuah cita-cita menjadi pelayan Al Qur'an.
dengan tema ini Insya Allah semua target yang berhubungan dengan kequr'anan akan tercapai. karena Khoodimul Qur'an sudah pasti Qoori'ul Qur'an, sudah pasti Haafidzul Qur'an, juga 'Alimul Qur'an. dan ini menjadi kebijakan Markaz Al Qur'an. dan pada tahun ini target ini menjadi target yang harus selalu ada dalam pikiran santri Markaz AL Qur'an. fokus terhadap target Khodiimul Qur'an, sehingga tidak ada keresahan yg muncul. karena semua bertujuan untuk menjadi Pelayan Al Qur'an. baik langsung sengajar Pengajar atau pendukung Khidmatul Qur'an.

tema ini mengajak semua untuk jauh mentargetkan apa-apa yang terkait dengan Al QuMer'an.. melayani umat dengan Al Qur'an.

Melayani orang akan membuat Allah menolong hamba tersebut. karena Allah akan menolong hambanya yang menolong hambanya yang lain. maka ketika kita mengajarkan/menolong orang untuk bisa membaca satu huruf Al Qur'an saja. maka Allah akan menolong. tidak juga mengajar berniat untuk dibayar setiap huruf yang diajarkan. atau melihat hikmah ini dengan tinjauan kerja, maka akan terasa berat mengajar Al Qur'an, bahkan hasilnyapun tidak ada nilainya sama sekali. walau misalkan dalam sekali mengajar, memperoleh imbalan jutaan rupian, maka itu tidak ada nilainya dibandingkan apa-apa yang diajarkan.

sedang jika menolong orang dengan tinjauan kedekatan kepada Allah, maka berapa waktupun yg diperlukan, atau berapapun usia mengajar. tidak menjadi penghalang untuk mengajar, karena yakin ada pertolongan dari Allah.

jangan juga menjadikan ini sebuah beban. maka akibatnya bisa jadi Allah tidak berkenan menolong. ibaratnya Allah akan berkata '' berbuatlah sesukamu, Aku tidak akan menolong, karena kamu sendiri tidak mau menolong hamba-Ku". uruslah sendiri urusan-urusanmu tersebut."

jadi konsentrasinya adalah "aunil 'abdi" "menolong hamba". sehingga Allah menolong hambanya. sedang tujuan Markaz Al Qur'an adalah, menjadi Haafizh yang memiliki ruh Qur'an, Ruh dakwah, Ruh ta'awun. kemungkinan juga susah menjadi Hafizh, karen tidak ditolong Allah SWT.

yang kedua, Khoodiimul Qur'an ditinjau dari Tarbiyatun Nafs. (Pendidikan jiwa). Ibarat investasi, jika pokusnya khidmatul Qur'an, maka tidak pernah mempermasalahkan ada atau tidak, kalaupun ada, tidak mempermasalahkan angkanya. namun jika fokusnya amal dengan Al Qur'an. atau orang yang mencari makan dengan Al Qur'an. padahal jika ingin dibalik. orang yang khidmatul Qur'an secara otomatis pasti mendapat makan. namun jika caranya salah, ingin mencari makan lewat Al Qur'an, maka hilanglah keberkahan hidup, Al Qur'an itu sendiri. disitulah investasi kepribadian. karena pribadi yang biasa berkhidmah dengan Al Qur'an. posisi dihadapan Allah Akan terangkat. secara tidak langsung posisi dihadapan manusiapun akan mulia.

ada investasi keberkahan hidup, keberkahan rizqi, dengan rizqi yang tanpa diduga. Ahli Qur'an berfikir dengan membantu orang lain, itu jadi sebuah investasi untuk keberkahan hidupnya. sebagaimana ahli dunia beranggapan dengan membantu orang lain, usahanya akan lancar. maju pesat. karena keyakinan jika menolong orang, maka akan dimudahkan. malulah kita sebagai Ahli Qur'an, Ahli Akhirat, tidak berfikir demikian. bahwa dengan menolong orang, kitapun akan mendapat pertolongan tak terhingga dari Allah.

fokusnya khidmah.. menjadi pelayan Al Qur'an. dimanapun, kapanpun, sesibuk apapun. jika ada yang ingin belajar. siap berkhidmah dengan Al Qur'an. jangan fokus dengan tantangan. susahnya, capeknya mengajar Al Qur'an.

yang ketiga orang yang berkhidmah dengan Al Qur'an berada pada lingkaran orang-orang yang bertakwa, yang mendapatkan rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka ( Q.S. At Tholaq : 3 ) dengan tidak pernah berhenti berkhidmah dengan Al Qur'an. walaupun ada bisikan-bisikan yang melemahkan niat awal menjadi khodiimul Qur'an. jangan sampai mencoreng Khoodiimul Qur'an dengan mencari makan dengan Al Qur'an.

Khoodimul Qur'an berarti. da'iyah ilallah, berarti pewaris ulama.

Semakin banyak pengetahuan tantang Al Qur'an, semakin menjadi Khodimul Qur'an. semakin menjadi khodimul Al Qur'an , semakin menjadi perhatian Allah.

semoga semua kita bisa menjadi Khoodimul Qur'an.. Pelayan-pelayan Al Qur'an. manjadi Pelayan Allah dengan Al Qur'an.


video slide photo Dauroh Tarqiyah Qur'aniyah





Tuesday, 4 January 2011

0 comments

Profile Yayasan

Visi Markaz Al-Qur’an adalah menjadi salah satu penyelenggara pendidikkan yang berfokus kepada Al-Qura’an, bahas Arab, dan ulumul syar’iyyah.
Misi
- Melakukan perekrutan calon hafizh(penghafal Al-Qur’an) dari seluruh penjuru nusantara dengan menyediakan daya dukungnya.
- Melakukan program Mulazamah (Tahfizhul Qur’an intensif) selama 2-3 tahun.
- Melakukan kajian keilmuan Bahasa Arab, Fiqih, dan Tsaqofah Islamiyah, dan lain-lain.
- Menjadikan Yayasan Markaz Al-Qur’an sebagai Center Of Excellent Of Qur’an di jabodetabek.

Latar Belakang Berdirinya Yayasan Markaz Al-Qur'an

Yayasan Markas Al-Qur’an didirikan mengingat :

  • Kondisi umat Islam Indonesia yang kekurangan para penghafal Al-Quran, ditambah dengan kondisi dimana tidak semua hafizh A-Qur’an mempunyai kepedulian terhadap dakwah.
  • Dikawasan Jakarta dan sekitarnya ini belum ada sebuah tempat yang dijadikan penampungan para penghafal Al-Qur’an sekaligus mendidik mereka menjadi para du’at yang handal sehingga lebih optimal dalam berperan untuk perkembangan dakwah dimasyarakat.
  • Melihat kondisi umat Islam yang ada, peningkatan kualitas umat dengan cara mensukseskan dakwah melalui Al-Quran sangat diperlukan.

Dengan semakin kuatnya tekad, maka dengan segala perasaan tawakkal kepada Allah S.W.T mulailah ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, ustadz Muzammil, dan ustadz, Abdul Fatah beserta stafnya menggalang dana dari umat untuk merealisasikan rencana tahap pertama berupa pembebasan tanah, Dalam waktu yang bersamaan beliau mengundang para alumni Lembaga Tahfizhul Qur’an dan sebagian hufazh yang ada di Bandung seperti ustadz Agus Subagyo Al-Hafizh, ustadz Sucipto Al-Hafizh dan beberapa ustad dari Bandung yang lain untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi tersebut dan hal ini langsung disambut dengan antusias oleh mereka dan terjadilah musyawarah mufakat untuk mendirikan Markaz Al-Qur’an diwilayah Kalisari, Awal penggalangan dana ini dimulai bulan Juli tahun 2003.
Peletak batu pertama dilakukan pada tanggal 4 Juni 2003, dan yang menanamkan batu asas adalah Ustadz Yusuf Supendi Lc, dan Ustad Abdul Aziz Abdur Rauf Lc, Al-Hafidzh

Sejarah Berdiri

 Sejarah berdirinya markaz Al-Qur’an adalah berasal dari ide ustadz-ustadz yang berada dilembaga tahfizul Quran Al-HIkmah Mampang Jakarta Selatan Khususnya Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf,Lc, Al-Hafizh selaku mudir Lembaga Tahfizul Quran Al-Hikmah. Ide tersebut adalah sebuah keinginan untuk membuat sebuah pusat (markaz) untuk mendidik para penghafal Al-Qura’an dari seluruh propinsi diIndonesia. Ide dari Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf ini langsung disambut baik oleh staf ahlinya yaitu ustadz Muzzammil M.F Al-Hafizh dan Ustadz Abdul Fatah Spd. Kemudian mereka bermusyawarah dan ditemukanlah dua buah rumah milik seorang nasrani yang akan dijual. Dari informasi ini mereka bersepakat untuk segera menggalang dana dari umat untuk membebaskan tanah tersebut dan menjadikannya sebagai makaz Al-Qur’an sebagaimana yang telah mereka cita-citakan.